Luhur Hertanto - detikFinance
Jakarta - Menteri Pertanian Suswono menegaskan dalam era perdagangan bebas saat ini Indonesia tak boleh seenaknya menyetop impor termasuk kentang. Justru yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan 'proteksi' dengan masalah keamanan pangan.
"Ini sudah masuk perdagangan bebas, kita sulit stop karena ini proses panjang dari tahun 1991. Memang sampai saat ini dan ASEAN 2015 pasar tunggal hal ini tidak mungkin kita lepas oleh karena itu jaminan keamanan pangan yang juga kita optimalkan," kata Suswono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/10/2011)
Ia juga mengatakan pemerintah tak bisa menutup kran impor kentang karena ada jenis-jenis kentang tertentu yang tidak bisa tumbuh di Indonesia seperti kentang goreng ataufrench fries atau kentang khusus lainnya.
"Kalau seperti ini apa boleh buat. Asal tidak masuk pada pasar tradisional akan memukul petani," katanya.
Suswono mengakui sampai saat ini kentang termasuk produk yang tak diatur impornya. Meskipun ia berharap perlu ada koordinasi khususnya kementerian perdagangan dengan kementeriannya.
Dikatakannya beberapa bulan terakhir impor kentang memang melonjak sangat signifikan sampai masuk pasar tradisional dan mengganggu harga kentang lokal.
"Dalam negeri sendiri saat ini (produksi) 1,1 juta ton sedangkan impornya sendiri hanya 45.000 ton, tetapi memang tahun ini ada kenaikan yang signifikan karena tidak terkontrol lagi," katanya.
Suswono menegaskan pihaknya sudah berkomunikasi dengan kemendag. Termasuk kemungkin melakukan kebijakan adanya rekomendasi impor kentang dari kementeriannya ke kementerian perdagangan.
"Ke depan kita akan komunikasi lebih intens, tapi secara jelas dari kementan akan menanfaatkan instrumen baik codex atau SPS itu yang akan kita manfaatkan kaitannya dengan keamanan pangan. Produk apapun masuk ke Indonesia melalui karantina kita ini akan mencoba dimana ada Permentan yang sedang disusun akan memperketat keamanan pangan. Instrumen ini yang akan kita mainkan," katanya.
"Ini sudah masuk perdagangan bebas, kita sulit stop karena ini proses panjang dari tahun 1991. Memang sampai saat ini dan ASEAN 2015 pasar tunggal hal ini tidak mungkin kita lepas oleh karena itu jaminan keamanan pangan yang juga kita optimalkan," kata Suswono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/10/2011)
Ia juga mengatakan pemerintah tak bisa menutup kran impor kentang karena ada jenis-jenis kentang tertentu yang tidak bisa tumbuh di Indonesia seperti kentang goreng ataufrench fries atau kentang khusus lainnya.
"Kalau seperti ini apa boleh buat. Asal tidak masuk pada pasar tradisional akan memukul petani," katanya.
Suswono mengakui sampai saat ini kentang termasuk produk yang tak diatur impornya. Meskipun ia berharap perlu ada koordinasi khususnya kementerian perdagangan dengan kementeriannya.
Dikatakannya beberapa bulan terakhir impor kentang memang melonjak sangat signifikan sampai masuk pasar tradisional dan mengganggu harga kentang lokal.
"Dalam negeri sendiri saat ini (produksi) 1,1 juta ton sedangkan impornya sendiri hanya 45.000 ton, tetapi memang tahun ini ada kenaikan yang signifikan karena tidak terkontrol lagi," katanya.
Suswono menegaskan pihaknya sudah berkomunikasi dengan kemendag. Termasuk kemungkin melakukan kebijakan adanya rekomendasi impor kentang dari kementeriannya ke kementerian perdagangan.
"Ke depan kita akan komunikasi lebih intens, tapi secara jelas dari kementan akan menanfaatkan instrumen baik codex atau SPS itu yang akan kita manfaatkan kaitannya dengan keamanan pangan. Produk apapun masuk ke Indonesia melalui karantina kita ini akan mencoba dimana ada Permentan yang sedang disusun akan memperketat keamanan pangan. Instrumen ini yang akan kita mainkan," katanya.