Jum'at, 2 Desember 2011 10:53 wib
Ilustrasi. Foto: Okezone
JAKARTA - Bersinarnya harga emas diprediksi tidak akan berlangsung lama. Naiknya harga emas belakangan ini terjadi, karena menguatnya bursa saham dunia. Sehingga bank sentral membuat aksi terkoordinasi yang membuat dolar Amerika melemah dan harga komoditassafe haven ini naik.
Analis pasar saham Nico Omer menjelaskan, di 2012 harga emas akan kembali tertekan karena menguatnya mata uang dolar (USD) terhadap mata uang utama dunia.
"Pokoknya untuk 2012 aku memprediksi dolar AS akan menguat terhadap mata uang utama dunia, sementara bursa saham dunia dan pasar emas akan tertekan," jelas Nico kepada okezone, di Jakarta, Jumat (2/12/2011).
Sebelumnya, harga emas mantap terus menguat. Aksi sejumlah bank sentral di dunia yang menahan pelemahan dolar membuat harga komoditas menguat dan pasar saham bergairah.
Bank sentral AS, bank sentral Eropa, juga bank sentral dari Jepang, Inggris juga Kanada menahan pelemahan dolar guna menjaga stabilitas di Eropa. Bank sentral China memangkas giro wajib minimum (GWM) sebanyak 50 basis poin dalam tiga tahun terakhir, sejak krisis ekonomi terjadi.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis 1 Desember, harga emas naik 0,1 persen jadi USD1.748,46 per ounce. Di mana pada akhir November lalu, harga emas sudah menguat sebanyak 1,9 persen. Pada perdagangan hari sebelumnya, harga emas naik hingga dua persen.
Di sisi lain, saham-saham di bursa Wall Street melonjak setelah Bank sentral AS the Federal Reserve setuju memberikan pinjaman dolar lebih murah bagi bank-bank Eropa yang berjuang untuk mencegah utang di zona euro utang berubah menjadi krisis kredit. (ade)
Analis pasar saham Nico Omer menjelaskan, di 2012 harga emas akan kembali tertekan karena menguatnya mata uang dolar (USD) terhadap mata uang utama dunia.
"Pokoknya untuk 2012 aku memprediksi dolar AS akan menguat terhadap mata uang utama dunia, sementara bursa saham dunia dan pasar emas akan tertekan," jelas Nico kepada okezone, di Jakarta, Jumat (2/12/2011).
Sebelumnya, harga emas mantap terus menguat. Aksi sejumlah bank sentral di dunia yang menahan pelemahan dolar membuat harga komoditas menguat dan pasar saham bergairah.
Bank sentral AS, bank sentral Eropa, juga bank sentral dari Jepang, Inggris juga Kanada menahan pelemahan dolar guna menjaga stabilitas di Eropa. Bank sentral China memangkas giro wajib minimum (GWM) sebanyak 50 basis poin dalam tiga tahun terakhir, sejak krisis ekonomi terjadi.
Seperti dikutip dari Reuters, Kamis 1 Desember, harga emas naik 0,1 persen jadi USD1.748,46 per ounce. Di mana pada akhir November lalu, harga emas sudah menguat sebanyak 1,9 persen. Pada perdagangan hari sebelumnya, harga emas naik hingga dua persen.
Di sisi lain, saham-saham di bursa Wall Street melonjak setelah Bank sentral AS the Federal Reserve setuju memberikan pinjaman dolar lebih murah bagi bank-bank Eropa yang berjuang untuk mencegah utang di zona euro utang berubah menjadi krisis kredit. (ade)