Langsung ke konten utama

SBY: Krisis Eropa Menyeramkan

Rachmadin Ismail - detikFinance 
Jakarta - Dampak dari krisis finansial yang melanda kawasan Eropa, bisa lebih menyeramkan dibanding krisis yang menghantam ekonomi AS pada tiga tahun silam. Sebelum memasuki tahun anggaran 2012, Presiden SBY menargetkan jajarannya bisa merumuskan langkah antisipasi yang mujarab dan komprehensif.

"Barangkali minggu depan ada policy respons dan action apa yang harus kita lakukan. Jangan sampai gelombang tsunami menyerang ekonomi kita. Ini adalah early warning, kita harus lakukan segala sesuatunya dengan benar," kata Presiden SBY.

Hal ini sampaikannya dalam pembukaan sidang kabinet paripurna, Jumat (2/12/2011). Sidang yang juga dihadiri Wapres Boediono, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto dan Ketua Wantimpres Emil Salim ini berlangsung di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Krisis di Eropa merupakan salah satu topik yang didiskusikan Presiden SBY dengan Presiden Jerman, Christian Wulff kemarin. Presiden Wulff menyampaikan dampak dari krisis yang bermula di Yunani kemudian Italia dan Spanyol itu mulai menerpa Jerman dan Perancis yang kapasitas ekonominya jauh lebih kuat.

"Perkembangan situasi ekonomi yang terjadi di Uni Eropa terutama Euro Zone, memang menyeramkan. Kalau dulu epicentrumnya di AS, one single country, sekarang terjadi di suatu kawasan yang penting," ujar SBY.

Karena krisis melanda kawasan yang merupakan pemain penting ekonomi dunia, cepat atau lambat baik langsung maupun tidak, dampaknya akan dirasakan Indonesia. Sudah seharusnya semua pihak bergerak cepat mewaspadai dan bekerjasama memperkecil dampak buruk yang bisa terjadi seperti yang dilaksanakan ketika mengantisipasi krisis finansial AS pada 2008.

"Isu ekonomi meski makin kompleks, kita tangani dengan tepat dan berpedoman pada pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Kita punya MP3EI, mari jalankan benar dan konkret, bila ada kemacetan mari langsung diatasi. Di samping disiplin fiskal ada banyak yang bisa kita lakukan," papar SBY.


Sumber : http://finance.detik.com/read/2011/12/02/131047/1781069/4/sby-krisis-eropa-menyeramkan

Postingan populer dari blog ini

BAB 4 - TUJUAN DAN FUNGSI KOPERASI

Tujuan dan Fungsi Koperasi 1.       Pengertian Badan Usaha Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), tehnis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntunga. Badan usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataan nya berbeda. Perbedaan utamannya, badan usasa adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana badan usaha itu mengelola fa k tor – fa k tor Produksi. 2.       Koperasi sebagai badan usaha Koperasi adalah badan usaha (UU No. 25 tahun 1992). Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk terhadap kaidah – kaidah perusahaan dan prinsip – prinsip ekonomi yang berlaku. Dengan mengacu pada konsepsi system yang bekerja pada suatu badan usaha, maka koperasi sebagai badan usaha juga berarti merupakan kombinasi dari manusia, asSet – asset fisik dan non fisik, informasi, dan tehnologi. Ciri utama koperasi yang membedakannya dengan badan usaha lainnya (non koperasi) adalah posisi anggota. D...

BAB 2 - PENGERTIAN DAN PRINSIP - PRINSIP KOPERASI

Pengertian dan Prinsip-prinsip Koperasi PENGERTIAN KOPERASI ·          Definisi ILO (International Labour Organization) Dalam definisi ILO terdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi, yaitu : §   Koperasi adalah perkumpulan orang-orang §   Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan §   Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai §   Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis §   Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan §   Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang ·          Definisi Chaniago Koperasi sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang – orang atau badan hokum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, denganbekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. ...

BAB 6 - POLA MANAJEMEN KOPERASI

Pola Manajemen Koperasi 1.          Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi • Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement and some of its Problems” yang mengatakan bahwa : “Cooperation is an economic system with social content”. • Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip - prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas - azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya. • Unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada   hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam : • Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”. • Kesukarelaan dalam keanggotaan • Menolong diri sendiri (self help) • Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity) • Demokrasi yang terlihat dan diwuju...